Pertama, saya ucapkan selamat datang di blog yang jarang update karena pemiliknya kehabisan inspirasi.
Oke, sesuai judul, saya akan menjelaskan tentang (SEDIKIT) sahabat-sahabat yang saya punya.
Masa SD adalah masa yang paling suram bagi saya. Di SD saya adalah anak yang (SANGAT) cengeng, sok tau, beraninya sama cewek aja, dan saya tidak punya sahabat sama sekali. Saya sering sekali bertengkar hanya karena masalah sepele, dan berakhir dengan dilerai oleh guru. Karena cengeng dan sifat cileupeung saya, saya sering sekali diejek dan lagi-lagi berakhir dengan pertengkaran. Saya hanya punya teman akrab, itu pun cewek, dan memang akrab karena rumahnya dekat dengan saya.
Setelah SD berakhir dengan tidak terlalu mengesankan, saya melangkah menuju SMP (SMPN 2 Cimahi) dengan harapan mendapat teman yang lebih baik dan lebih akrab. Memang, saya mendapat teman seperti itu, tapi, lagi-lagi cewek. Teman-teman cowok juga ada yang baik, tapi karena sifat cengeng masih tersisa dan sifat cileupeung TIDAK MUNGKIN dihindarkan, saya tetap menjadi bahan ejekan di SMP.
Oke, itu masih kelas 7.
Oh iya, tadi saya bilang kan ada teman cewek? Ada dua orang yang menjadipengikut pemimpin penyembah sahabat saya, yaitu Mila Kamilia,
Oh iya, tadi saya bilang kan ada teman cewek? Ada dua orang yang menjadi
dan Annisa Maymuna.
"Dua-duanya pake kerudung nan?" Alhamdulillah yah..
Sayangnya, saya seperti "membuang" dua orang ini. Saya jadi jarang berkomunikasi dengan mereka. Alhasil jadi ga akrab lagi. Huhuhu.
Sekarang kita akan melompat ke masa paling penting dalam kehidupan sekolah saya : Kelas 8
Karena sedikit kepintaran + banyak keberuntungan, saya ditempatkan di kelas VIII-9, yang notabene adalah kelas unggulan (kelas unggulan di SMPN 2 Cimahi adalah VIII-9, VIII-10, IX-10, dan IX-11 (sekarang menjadi IX-9 dan IX-10, IX-11 dihilangkan) dan membuat saya paranoid. Sebagai murid yang meraih ranking 3 di kelas 7, saya merasa harus menjaga kehormatan kelas saya yaitu VII-6. Tapi, apa daya, saingannya lebih berat dari 15 gajah jantan (nah, mulai ngaco saya, udah ngantuk) dan yang pasti saya merasa not worth it untuk meraih ranking 3 besar di kelas ini. Walhasil, karena sudah putus asa duluan, saya hanya mendapat ranking 6 di semester 1, dan ranking 9 di semester 2.
Lho, kok malah jadi nyombongin nilai?
Baiklah, kembali ke judul, mengapa kelas VIII-9 menjadi sangat penting?
Karena sifat anak-anaknya berbalik 180 derajat dari yang saya perkirakan (TERLALU rajin, TERLALU alim, atau malah TERLALU sombong), ternyata anak-anak ini sangat-sangaaaat friendly dan mudah akrab satu sama lain. Saya merasa menjadi bagian dari suatu keluarga baru, gabungan dari sifat-sifat unik dari anak-anak lain yang ternyata sinkron satu sama lain. Kelas menjadi sangat kompak.
Oh iya, dan hal yang paling penting, saya mendapat sahabat laki-laki pertama saya.
Sayangnya, saya seperti "membuang" dua orang ini. Saya jadi jarang berkomunikasi dengan mereka. Alhasil jadi ga akrab lagi. Huhuhu.
Sekarang kita akan melompat ke masa paling penting dalam kehidupan sekolah saya : Kelas 8
Karena sedikit kepintaran + banyak keberuntungan, saya ditempatkan di kelas VIII-9, yang notabene adalah kelas unggulan (kelas unggulan di SMPN 2 Cimahi adalah VIII-9, VIII-10, IX-10, dan IX-11 (sekarang menjadi IX-9 dan IX-10, IX-11 dihilangkan) dan membuat saya paranoid. Sebagai murid yang meraih ranking 3 di kelas 7, saya merasa harus menjaga kehormatan kelas saya yaitu VII-6. Tapi, apa daya, saingannya lebih berat dari 15 gajah jantan (nah, mulai ngaco saya, udah ngantuk) dan yang pasti saya merasa not worth it untuk meraih ranking 3 besar di kelas ini. Walhasil, karena sudah putus asa duluan, saya hanya mendapat ranking 6 di semester 1, dan ranking 9 di semester 2.
Lho, kok malah jadi nyombongin nilai?
Baiklah, kembali ke judul, mengapa kelas VIII-9 menjadi sangat penting?
Karena sifat anak-anaknya berbalik 180 derajat dari yang saya perkirakan (TERLALU rajin, TERLALU alim, atau malah TERLALU sombong), ternyata anak-anak ini sangat-sangaaaat friendly dan mudah akrab satu sama lain. Saya merasa menjadi bagian dari suatu keluarga baru, gabungan dari sifat-sifat unik dari anak-anak lain yang ternyata sinkron satu sama lain. Kelas menjadi sangat kompak.
Oh iya, dan hal yang paling penting, saya mendapat sahabat laki-laki pertama saya.
Mr. Rezza Vanhouten, Hoe gaat het?
Introducing Mochammad Rezza Fadillah Harsan (Absen 23, Kelas VIII-9)
Kenapa saya bisa akrab dengan orang ini? Entahlah. Tapi, yang pasti, selain sebagai sahabat, saya menjadikan orang ini sebagai panutan dalam kehidupan sehari-hari (kecuali mungkin jika ada sifat-sifat buruknya). Dan, mungkin yang dapat memupuk bibit persahabatan adalah simbiosis mutualisme anak jaman sekarang (tanya soal ke temen, kasih duit, atau ngasih jawaban ke pertanyaan temen, ga kenal waktu, mau pas ngerjain pr atau pas lagi ujian, yang penting nanya).
Oh iya, yang lebih penting lagi, orang ini adalah sahabat laki-laki pertama saya *halaah #ulangulang
Oh iya, yang lebih penting lagi, sekarang serius, ada anak VIII-9 yang menyatakan suka kepada saya.
Sungguh aneh tapi nyata.
Anda tidak percaya? Tidak apa-apa, saya juga gak percaya kok.
Kenapa saya bisa akrab dengan orang ini? Entahlah. Tapi, yang pasti, selain sebagai sahabat, saya menjadikan orang ini sebagai panutan dalam kehidupan sehari-hari (kecuali mungkin jika ada sifat-sifat buruknya). Dan, mungkin yang dapat memupuk bibit persahabatan adalah simbiosis mutualisme anak jaman sekarang (tanya soal ke temen, kasih duit, atau ngasih jawaban ke pertanyaan temen, ga kenal waktu, mau pas ngerjain pr atau pas lagi ujian, yang penting nanya).
Oh iya, yang lebih penting lagi, orang ini adalah sahabat laki-laki pertama saya *halaah #ulangulang
Oh iya, yang lebih penting lagi, sekarang serius, ada anak VIII-9 yang menyatakan suka kepada saya.
Sungguh aneh tapi nyata.
Anda tidak percaya? Tidak apa-apa, saya juga gak percaya kok.
Banyak kejadian di VIII-9, dan hanya 5% kejadian yang tidak menyenangkan, karena walaupun sebenarnya banyak kejadian tidak mengenakkan, tapi anak-anak di kelas hanya take it easy. Saya jadi kepengaruh. Tapi kepengaruhnya pas lagi ujian (take it easy pas ujian : GA BELAJAR, CUMA PASRAH), jadi nilai saya naik-turun naik-turun seperti Jalur Nagrek. Tapi anehnya saya sama sekali tidak menyesal, mungkin karena sebagai gantinya saya mempunyai teman-teman dan sahabat di sini.
And I hope so for IX-10, too.




Promosi kelas lu mah nan :b
BalasHapuslike lah sahabat !!!
BalasHapus@icha : haha, maaf ca, da aku juga mikirnya di kelas unggulan teh susah dapet temen
BalasHapus@rezza : tengkyu lah sip
foto akunya gakobe -__-
BalasHapuswooke sama sama :D
BalasHapus